Postingan

Kembali, coretan kecil

Aku mengenal pelangi, setelah hujan ditengah panas. Ya, aku mengenal berbagai rasa, manis, asam, asin, pahit. Rasanya berbeda, Jika itu pahit, maka permanis seperti kopi dengan tambahan sedikit gula, jika itu asam, permanis saja seperti mangga muda jika d tambah garam, atau mungkin dengan sedikit garam. Hidup ini tentu tidak selalu berjalan mulus terasa manis, namun jika kita telah siap lahir dan batin, apapun itu jalannya, apapun itu rasanya, kita tetap melangkah maju dengan senyum manis. Ya, terima kasih mama, bapak, telah mengajarkan anakmu, memberikan anakmu ini banyak rasa, sehingga aku tetap bertahan sekalipun, ini semua tidak mudah.. Ya Rabb, ribuan, jutaan kalinya terima kasih telah memberikan aku kesempatan untuk berlari, menari, melukis tapak kaki d bumi Mu ini 😊

7th April

Bismillah... Daun memang hijau, namun tidak bertahan tanpa cahaya matahari, Daun memang produktif, namun kurang lengkap tanpa mentari, Sekiranya pohon ini bertahan lama.. Aku mengharap ridho Mu ya Illahi.

Tentang Maret

Mama pergi dulu, nanti bersihin rumah banyak orang yang datang... Gambar waktu payah.. Ulang waktu susah.. Aku yang tidak lagi berdiri gagah.. Lalu hanya dingin menatap surat yasin.. Persinggahan Gelora cinta kandungan, hidup pertama. Ah, betapa payahnya hati ini Ikhlas jadi tanda tanya Kenyataannya aku masih merindukan Cintanya... Matahari yang memudar cerahnya, mendung.. Lelah mungkin ia bersinar, karna sekalipun ia terang aku selalu lupa berterimakasih pada cerahnya.. Tentang maret, tentang cara berpisah, tentang ikhlas Aku belajar

Cerita Guru

Nak, kemarilah ibu tegarkan pundakmu... Kami kita dan semesta, pengajar universal.. Tidak berjuang untuk mengisi tas anak-anak bumi dengan batu ilmu yg membuat pundak mereka lelah.. Tidak bertutur untuk mngeraskan hati-hati anak bumi... Tidak bertindak untuk melihat mereka lupa warna bendera dan budaya tanah pijakan.. Warna langit pada susunan pena tidak akan seindah susunan Ilahi, Warna laut pada gambar kuas tidak sebiru gelombang ciptaan Nya.. Begitulah cerita guru.. Kami kita dan semesta pengajar universal... Ingin mendidik anak bumi menjadi pribadi merah putih, pribadi dengan pelukan erat kitabullah.. Cerita guru bisa saja berakhir sedih, Tapi kami kita dan semesta pengajar universal berdikari riang dan tulus.. Mungkin suatu hari nanti pena kami menulis keindahan anak bumi.. Nak, bersemangatlah ...

Depend on yourself!

Assalamualaikum, bismillah... Oh Allah, thanks for the time, thanks for oxygen that has given freely, ya gratis. Kita wajib bersyukur, bagaimana tidak air saja sekarang diperjualbelikan. Tentulah para rakyat pinggiran semakin merana, dimana kini tanah gratis untuk menumpang? Oh Allah, thanks for everything.... Ya rasulullah, thanks untuk memperkenalkan kami indahnya ilmu pengetahuan. Betapa indah dan luasnya, luas hinga semakin haus semakin d dapat. :) Lewat sudah sekian detik di kampus biru langit ini. Lama pun, sebentarpun, kita sendiri yang berjalan. Kita sendiri yang mengambil langkah. Aku merasakannya, dan jelaskan juga pada diri. Tidak apa, jangan lupa cinta dan jalan Allah lebih indah dari apapun yang kita rencanakan. Aku sedang menghibur diri,... :) tetap semangat para daun...

Besi

logam, ikatan yang sulit dihancurkan... keras, sulit ditempa.... Aku yang sedang mangkir dari tugas. Lelah, pikirku. "Ah, lelah melulu. Dasar kurang bersyukur!" Bersama dengan istirahatnya siang, aku meletakkan segala beratnya siang pada syukur malam. Bersyukur pada Sang Khalik yang memutar waktu dengan apik. Ada perputaran waktu yang konstan, tidak berbentur dan adil. kiranya ini siang melulu, mungkin bintang sulit untuk menampakkan diri. begitulah syukur senantiasa wajib kita haturkan. Terima kasih ya Rabb :') "…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ...." (Al Qur'an, 57:25) Subhanallah ..... Sobat, begitulah besi, memiliki kekuatan yang hebat. besi bermanfaat bagi manusia dengan tempaan yang luar biasa, dengan panas dan pukulan. Lalu apakah kita yang sebagian besar tersusun dari karbon dengan ikatan kovalen yang lemah tidak dapat belajar dari besi yang kuat? mengapa kita harus sombo...

iukwIm

Sembari menyelesaikan tumpukan tugas, aku menyempatkan menghela nafas sedikit panjang. Berharap lelah sedikit menghilang. Maka aku hanya ingin bermain dengan ribuan kata, malam ini. Kususun tumpukan tugas itu agar aku sadar, untuk kembali menyelesaikannya. Apakah begitu juga denganmu, teman? Sebuah kiriman dari account di facebook mengingatkan aku, kamu dan kita semua bahwa sesulit apapun tugas kehidupan ini, pasti ada penyelesaiannya. Ingatlah! ada penyelesaiannya. Aku tersenyum simpul. Ah, benar juga. Aku mengingat beberapa turunan panjang fungsi matematika abstrak dari tugas kimia fisik semester lalu. Ketika kita berusaha menyelesaikannya, jawabannya pasti ada. Sepanjang apapun penyelesaian yang kita butuhkan, tapi pada akhirnya kita bisa menemukan jawabannya. Sebuah kebanggaan ketika kita berhasil mencapai jawaban itu. Terlepas benar atau tidak langkah dan jawaban yang kita gunakan, percayalah proses mengajarkan kita beberapa konsep penting yang mungkin kita lupa dan tidak tahu...