Bangga Menjadi Guru Merdeka Belajar
Bangga Menjadi Guru Merdeka Belajar
Oleh : Umi Laeliyah, S. Pd
Sewaktu kecil tentu kita semua pernah ditanya mengenai cita-cita, bukan? Jawaban saya selalu sama yaitu ingin menjadi GURU. Jatuh cinta pada pandangan pertama begitulah istilahnya kecintaan saya kepada profesi GURU, hingga tergerak untuk menjadi seorang guru dan Alhamdulillah saat ini saya sudah 6 tahun menjadi seorang guru mata pelajaran Kimia di SMA. Perjalanan saya dimulai pada tahun 2018 sebagai guru pengganti jam Kepala Sekolah. Kecintaan saya terhadap profesi GURU menjadikan saya selalu berusaha menjalankan tugas untuk mengajar di kelas dengan disiplin dan tanggung jawab. Tetapi, kok rasanya selalu ada yang kurang, ya? Suatu hari siswa saya bertanya mengenai Teori Atom Dalton tentang bagaimana atom unsur yang berbeda memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda, kemudian anak tersebut menanyakan jadi Bu kapas dengan berat 1 kg dan besi dengan berat 1 kg apakah beratnya berbeda? Kemudian saya menjawab, tentu sama. Lalu anak ini kembali menjawab, tetapi bu kan volum nya berbeda kapas yang 1 kg lebih banyak dibandingkan besi yang 1 kg apakah ini ada hubungannya dengan atom? Sejenak saya menjadi kosong pemikirannya, bagaimana tidak pertanyaan hebat ini belum saya prediksi sebelumnya. Singkat cerita dengan diskusi panjang dan berbagai sumber akhirnya kami bisa menemukan jawaban terang mengenai pertanyaan ini. Jawaban pertanyaan siswa tadi terjawab, namun timbul banyak kegelisahan dan pertanyaan di benak pemikiran saya. Apakah saya hanya cukup menjadi guru saja? Bagaimana jika siswa saya memiliki pertanyaan yang lebih menantang dari pertanyaan tadi, model dan media apa yang harus saya siapkan sehingga mampu memberikan pemahaman penuh kepada siswa? Maka saya putuskan untuk menjadi guru yang selalu siap belajar ( read : pembelajar sepanjang hayat).
Menjadi guru di era merdeka belajar mengharuskan saya siap untuk mengikuti perkembangan zaman. Hal ini sudah saya mulai dari tahun 2020 dimana saaat itu covid 19 melanda dunia, maka pembelajaran harus terus diupayakan untuk berjalan walaupun dengan mekanisme PJJ. Dengan komitmen pembelajar sepanjang hayat saya mulai mencari tools yang dapat saya gunakan dalam pembelajaran luring seperti belajar menggunakan virtual meeting seperti Hangout, Duo, zoom dll. Bahkan lucunya saat itu saya dengan percaya diri menggunakan aplikasi Hangout ternyata hanya 8 siswa yang bisa mengikuti dan dibatasi hanya 10 menit, tidak mau berhenti saya coba lagi dengan aplikasi zoom walaupun saya hanya mendapatkan info dari media sosial dan rekan guru lain tapi saya harus mencoba karena keterbatasan ruang untuk bertemu dengan siswa saya. Nah, disinilah saya yakin bahwa untuk bisa menjalankan Guru harus Merdeka Belajar. Merdeka untuk menemukan hal-hal baru, merdeka untuk mempelajari segala hal baru mengenai dunia pendidikan dan pentingnya teknologi pada saat sekarang ini
Melewati masa covid 19 bukanlah hal yang mudah namun penuh hikmah dimana saya menjadi tergerak untuk terus belajar dan menemukan hal-hal baru yang dapat menjadikan pembelajaran menyenangkan dan bermakna. Memasuki Era Merdeka Belajar menambah semangat baru bagi saya untuk menambah nutrisi nutrisi ilmu dimana ada banyak sekali webinar-webinar bermunculan dari berbagai komunitas belajar saat itu seperti MGMP Kimia yang mengadakan pelatihan Microsof for Edu , Teams dll. Kolaborasi dan gerakan dari berbagai komunitas ini tentunya menjadi penghapus dahaga ilmu. Saya yakin dengan guru terus belajar dan berkolaborasi maka pendidikan Indonesia akan menjadi lebih baik lagi.
Dengan semangat untuk terus memperbaiki proses pembelajaran dan mengahdirkan kelas yang menyenangkan bagi siswa, saya telah mengikuti berbagai pelatihan baik di PMM maupun webinar-webinar untuk meningkatkan pemahaman saya mengenai Merdeka Belajar dan Bagaimana implementasi nya dalam pembelajaran.
Bagi saya Merdeka Belajar artinya siswa diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk mengekspresikan diri sesuai dengan kekuatan dirinya, sebagai guru bukan hanya mampu menyalurkan minat bakat siswa namun juga harus siap untuk menggali apa sih sebenarnya minat siswa saya? Lagi-lagi untuk bisa melakukan hal tersebut saya harus belajar dan berinovasi. Apalagi kimia adalah salah satu pembelajaran yang abstrak, tentu dibutuhkan banyak Media Pembelajaran dan Inovasi Pembelajaran sehingga konsep abstrak tersebut dapat tersalurkan. Beberapa trial and eror sudah pernah saya lakukan seperti: mengaplikasikan model pembelajaran TGT dalam pembelajaran Tata Nama Senyawa Kimia Kelas X, TGT Flip bottle pada materi Termokimia. Inovasi ini saya lakukan mengingat dua materi tersebut adalah materi yang cukup sulit untuk dipahami dengan berdasarkan bahwa pembelajaran harus berpusat kepada siswa maka saya mencoba melakukan inovasi pembelajaran berbasis game. Saya juga selalu berusaha untuk memberikan pembelajaran diferensiasi seperti pemanfaatan canva, quizizz, wordwall dll dalam pembelajaran. Namun melalui refleksi tentu ada beberapa kekurangan dan beberapa tujuan pembelajaran kurang bisa terlaksana dengan inovasi yang saya lakukan, namun yang membahagiakan adalah siswa senang bahagia bahkan excited dalam pembelajaran kimia yang awalnya dianggap serem. "Ibu besok kita main apalagi?" pertanyaan itu menjadi penyemangat bagi saya untuk terus belajar dan menciptakan kelas yang bermakna.

Dokumentasi tersebut juga selalu saya upload di media sosial saya, walaupun masih sedikit yang menonton hehe tetapi semoga memberikan ide bagi guru lain serta kritik saran sebagai refleksi bagi pembelajaran saya. Selain itu saya juga pernah melakukan praktik baik berbagi dalam komunitas di sekolah sebagai bentuk kolaborasi dan kewajiban bagi saya untuk memberikan pengetahuan yang saya miliki untuk rekan guru sejawat
Dengan menjadi Guru Merdeka Belajar , saya menjadi semangat untuk melaksanakan pembelajaran di kelas, dan saat ini saya juga ingin menambahkan pengetahuan dan pembelajaran mengenai keteraturan kelas, diferensiasi pembelajaran, sosial emosional dalam pembelajaran. Melalui Wardah Inspiring Teacher saya yakin saya bisa untuk terus belajar dan meng upgrade diri saya sehingga bisa menciptakan kelas yang menyenangkan dan bermakna.
"Guru yang Merdeka, menghasilkan Siswa yang Merdeka. Saya Umi Laeliyah saya siap untuk terus bersenyawa dan berikatan hingga menghasilkan Pendidikan Maju. Saya Bangga Menjadi Guru Merdeka Belajar, Bangga Menjadi Guru Berani Menginspirasi"
#wardahinspiringteacher2024 #LearnInnovateInspire #BanggaMenjadiGuruBeraniMenginspirasi #MemberdayakanDiri








Komentar
Posting Komentar